Jumat, 24 November 2017

Cara Meningkatkan Karakter diri di dalam Dunia Kerja

Terkadang orang tidak memperhatikan kualitas dari dirinya sendiri. tanpa di sadari hal Inilah yang menyebabkan kinerja menjadi monotan dan terkesan biasa saja. Padahal karakter yang berkualitas akan menunjang seseorang dalam bekerja. Berikut adalah enam langkah untuk meningkatkan kualitaskarakter diri:
  1. Cintai diri sendiri
Seseorang yang mencintai diri sendiri adalah pribadi dengan karakter diri yang berkualitas. Mencintai diri sendiri di sini bukanlah egois, tapi sebuah kemampuan untuk menerima kekurangannya. Anda tidak berusaha menutupi kekurangan, justru Anda beranggapan kekurangan adalah warna dalam hidup. Mencintai diri sendiri berarti Anda selalu berpikir kedepan dengan mengembangkan kelebihan. Karena anda harus sadar manfaat menjadi pribadi yang lebih baik, maka anda saya anjurkan membaca referensi artikel saya yang berikut ini : Manfaat Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik
  1. Penilaian terhadap diri sendiri
Penilaian terhadap diri sendiri sangat diperlukan, dengan cara ini seseorang akan mengetahui dimana letak kesalahannya. Penilaian diri harus dengan mempertimbangkan pendapat dari orang lain, karena terkadang diri sendiri terlalu angkuh untuk mengakui bahwa yang dilakukan itu salah. Dengan pendapat yang objektif ini, Anda akan mengetahui bagian mana yang selayaknya dikembangkan dan bagian mana yang masih butuh diinstropeksi. Bagaimana cara melakukan hal ini dengan baik? Anda bisa melakukan penilaian terhadap diri sendiri ketika anda sudah memiliki karakter tenangd alam diri anda, atau paling tidak anda dalam keadaan rileks dan tenang, bisa berpikir positif, perasaan anda tenang dan damai. Ini yang akan anda bisa capai dengan memiliki kebiasaan Rileks dan Tenang. Baca referensinya di : Tenang, adalah karakter manusia yang tercerahkan
  1. Belajar
Setelah adanya penilaian diri, maka seseorang akan mengetahui dimana letak kekurangan dan keunggulannya. Ketika mengetahui kesalahan Anda, sewajarnya perlu dilakukan instropeksi diri dan pembelajaran agar kelak tidak terjadi kesalahan yang sama. Di sisi lain, Anda juga harus belajar untuk meningkatkan dan mengembangkan keunggulan Anda.
Belajar bukan melulu soal sekolah, belajar bisa dimana saja. Misal belajar dari internet atau cerita karena dengan membaca dari berbagai sumber Anda, akan mendapat pengetahuan tambahan. Mendengarkan pun juga termasuk belajar. Mendengarkan berbagai informasi dari seseorang akan menambah pengetahuan Anda, juga dari mendengarkan orang maka anda akan mengetahui dan memahami karakter orang tersebut. Bagaimana cara belajar yang efektif sehingga anda bisa memiliki karakter diri yang baik? Referensi artikel : Pendidikan Karakter Jarak Jauh tanpa tatap muka
  1. Kinerja dan Tanggung jawab
Banyak orang yang terbuai dengan pujian. Hal tersebut berpengaruh besar terhadap pekerjaan, bisa jadi kinerja Anda semakin meningkat atau malah kinerja Anda semakin menurun. Untuk itu diperlukannya sebuah tanggung jawab. Adanya kesadaran Anda akan tanggung jawab pekerjaan, membuat kinerja Anda akan stabil atau malah semakin meningkat.
  1. Ciptakan dan jaga hubungan kerja
Bekerja bukan hanya sekedar Anda dan pekerjaan Anda. Namun dalam bekerja juga ada sebuah komunikasi dengan rekan kantor. Karenanya anda perlu untuk menciptakan hubungan dengan rekan kerja Anda. Lalu jagalah hubungan dengan rekan kerja Anda tersebut, hal ini diperlukan untuk membantu Anda dalam kerja tim. Suasana di tempat kerja akan menjadi luar biasa baik, harmonis dan penuh kreatifitas, hubungan kerja akan menjadi lebih baik, anda akan emnajdi sebuah magnet kesuksesan. Bagaimana caranya? Cobalah, usahakan agar ruangan atau tempat kerja anda memiliki suasana yang positif : Program Ambience Management System
  1. Luangkan waktu untuk diri sendiri
Langkah terakhir meningkatkan kualitas karakter diri adalah dengan meluangkan waktu untuk diri sendiri. Hal ini diperlukan untuk menghindari stress yang mungkin Anda dapat setelah menghadapi berbagai macam kegiatan. Gunakanlah waktu ini untuk berekreasi, menonton tv atau hanya sekedar untuk tidur.
Dengan menerapkan 6 langkah diatas pasti akan membantu Anda untuk meningkatkan karakter diri. Cukup mudah bukan langkah-langkah tersebut? Selamat mencoba. Jika anda ingin mendapatkan panduan dan bimbingan yang secara terperinci akan membuat anda memiliki kualitas karakter yang bisa meanrik kesuksesan untuk datang ke dalam kehdiupan anda, maka anda bisa mengikuti program berikut ini : Membentuk karakter sukses dengan Program Mentoring dan Coaching Jarak Jauh

Senin, 13 November 2017

Tugas 3 - Pemanfaatan Komunikasi Bisnis Dalam IT Pada Iklan JD.ID "DijaminORI"

Richard Liu adalah pendiri JD.ID, perusahaan online terbesar di China yang melakukan penjualan yang langsung dikirimkan dari gudang sendiri (direct sales), dan telah menjadi Chairman dan CEO sejak perusahaan didirikan. Liu memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman di industri ritel dan e-commerce. Pada bulan Juni 1998, Liu memulai bisnis di Beijing, terutama yang bergerak dibidang distribusi produk magneto-optik. Pada Januari 2004, Liu meluncurkan situs ritel online pertamanya. Ia mendirikan perusahaan yang akhirnya menjadi JD.ID dan ia juga yang memimpin pertumbuhan dan perkembangan perusahaan sejak saat itu.  Liu meraih gelar sarjana sosiologi dari Renmin University of China di Beijing dan gelar EMBA dari China Europe International Business School.

Di Indonesia, JD.ID bermitra dengan Provident Capital mendirikan JD.ID. Provident Capital adalah perusahaan investasi terbesar di Asia Tenggara dengan kapitalisasi pasar sebesar lebih dari 3 miliar USD yang tersebar di berbagai industri seperti: Telekomunikasi, Tambang, Sawit,Perkebunan, Energi (Biofuel) dan e-Commerce. JD.ID mengemban misi ‘make the joy happen’ –menghadirkan kebahagiaan- kepada seluruh pelanggan di Indonesia dengan memberikan layanan andal, cepat, aman untuk memilih serangkaian produk-produk berkualitas asli dengan harga yang kompetitif. Dengan memanfaatkan armada logistik miliknya sendiri serta didukung oleh jaringan mitra di seluruh Indonesia, JD.ID dapat menyediakan layanan antar yang cepat dan dapat diandalkan di seluruh wilayah Indonesia. Dengan nilai-nilai kompetitifnya, JD.ID bertujuan untuk menjadi perusahaan e-commerce yang paling populer dan terpercaya dengan terus-menerus berupaya menghadirkan layanan dan beraneka ragam produk kepada seluruh penguna dan pelanggannya di Indonesia.


JD.ID pertama kali beroperasi di Indonesia pada November 2015 dan saat ini memiliki 12 kategori pilihan produk untuk dijual yang akan terus bertambah seiring dengan perkembangan usahanya di Indonesia. Ragam kategori produknya bervariasi mulai dari Ibu dan anak, smartphones, perangkat elektronik, hingga luxury. Bisnis JD.ID berkembang sangat pesat. Jumlah produk yang ditawarkan bertumbuh cepat dari kurang dari 10.000 SKU pada tahun 2015 menjadi sekitar 100.000 SKU pada akhir tahun 2016. JD.ID juga menyediakan jasa pengiriman yang menjangkau 365 kota di seluruh Indonesia dengan ribuan armada yang siap mengantarkan langsung kepada para pelanggan JD.ID.































Analisis :
Profit oriented pada iklan JD.ID versi “Dijamin ORI”

  1. Aplikai E-Commerce JD.ID menawarkan produk asli(ORI) dan terpercaya sesuai dengan kebutuhan konsumennya.
  2. Pada iklan ini menceritakan pengalam membeli barang di aplikasi E-Commerce lain yang kurang terpercaya dan mendapatkan produk yang tidak sesuai dengan yang di tawarkan.
  3. Memberikan kepercayaan bahwa layanan online mempermudah transaksi jual beli.
  4. Menggunakan jasa pengiriman produk yang terpercaya.
  5. Membangkitkan minat beli masyarakat akan produk asli (ORI).
j
n
Kesimpulan :

Iklan JD.ID versi “Dijamin ORI” memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan transaksi online. dan pada saat masyarakat sering kali tertipu dengan produk palsu yang beredar di pasaran, JD.ID memberikan jaminan barang yang tersedia pada aplikasinya merupakan produk asli(ORI). JD.ID juga memperhatikan dalam segi pelayanan dengan cara memberikan pelayanan yang optimal pada konsumennya.

Sumber :

https://www.youtube.com/watch?v=-pijhF5UzHY

Selasa, 17 Oktober 2017

Analisis Iklan Layanan Masyarakat Tentang Pengendara Sepeda Motor Dibawah Umur




Analisis Iklan Layanan Masyarakat Tentang
Pengendara Sepeda Motor Dibawah Umur
https://www.youtube.com/watch?v=NOYVJJatfrY
            Diiklan layanan masyarakat ini beercerita tentang seorang anak SMP yang berhasil mendapat ranking di sekolahnya dan sang ayah membelikan kendaraan motor kepada anaknya yang berujung kecelakaan, mebuat penyesalan akhir dari orang tua karena kurang bijaknya dalam menanggapi prestasi anak.
            Iklan ini dibuat karena terjadi kenaikan pengguna speda motor yang diantara penggunanya anak dibawah umur.
Maraknya pengendara sepeda motor atau mobil dibawah umur membuat banyak sekali kekhawatiran baik orang tua, masyarakat maupun pemerintah. Saat ini banyak sekali pengendara yang masih dibawah umur. Kategori pemakai kendaraan dibawah umur adalah, untuk pengendara roda dua dan roda empat 17 tahun ke atas berdasarkan pasal 81 ayat 2,3,4 dan 5 UU No. 22 Tahun 2009.
Tetapi masih banyak anak dibawah umur yang melanggar. Kenapa anak dibawah umur tidak boleh menggunakan kendaraan bermotor, dari segi skil atau kemampuan memang anak bisa memakainya, secara fisik belum cukup kuat untuk mengendalikan dan menahan kendaraan saat kendaraan tersebut dalam laju dan posisi tidak seimbang dan dari segi keamanan masih jauh dari standart, banyak anak-anak yang masih belum bisa menyaring rambu lalulintas, kemudian dari daya refleks serta kemampuan motorik anak dibawah umur belum berkembang secara penuh, kemudian dari segi kejiwaan masih sangat labil dan mental yang kurang, jika dipaksakan perilaku mereka akan terbawa sampai besar dan menjadi faktor banyaknya pengendara motor kita yang tidak dewasa dan bersikap ugal-ugalan dan seenaknya dijalan raya.

Kategori layaknya seorang mengendarai kendaraan adalah sebagai berikut:

1.      sudah memenuhi syarat untuk memperoleh surat ijin mengemudi.

2.      kondisi emosi yang stabil

3.      mempunyai pengetahuan tentang manfaat, potensi bahaya, konsekwensi serta resiko yang bisa terjadi dari mengemudi kendaraan.

4.      Mengerti cara mengemudi yang benar dan mengetahui peraturan lalulintas.

5.      Mengetahui dasar tentang keamanan berkendara.

6.      Mempraktekkan dasar tentang keamnan berkendara dan melihat sudah layak atau tidak.

Trend
Kenakalan remaja atau anak dibawah umur sekarang ini makin marak dan makin beragam bentukmya. Kenakalan anak dibawah umur dalam mengendarai kendaraan bukan hanya sekedar menunjukkan kepada temannya seberapa beraninya mereka dalam mengendarai. Bahkan sekarang banyak anak di bawah umur yang masih bersergam sekolah namun bukan jam sekolah berkeliaran menggunakan sepeda motor berboncengan dengan temannya dengan ugal-ugalan dan kadang ada yang boncengan sampai 3 orang sambil bercanda dan tidak memikirkan dampaknya.
Menurut mereka mengendarai speda motor dikalangan anak dibawah umur  bisa meningkatkan popularitas mereka bahkan dilihat oleh teman-temannya. Dan kalau tidak menggunakannya dikira kurang update atau ketinggalan jaman, apa lagi memakai motor sesuai dengan yang dia inginkan atau merek tertentu.
Dalam kalangan anak dibawah umur iklan sangat berpengaruh, sebagai contoh terdapat iklan sepeda motor yang disitu terdapat bintang atau ikon yang disukai maka anak secara tidak langsung menangkap apa yang dia dapat dari iklan tersebut dan akan mulai menginginkan sepeda motor  tersebut atau dalam hal bergaul sesama teman kalau menggunakan suatu merek atau brand motor tertentu akan meningkatkan derajat.
Untuk saat ini mendapatkan sepeda motor sudah tidak susah lagi karena sudah banyak perusahaan yang memberikan kemudahan kepada konsumen untuk membeli. Salah satunya kredit sepeda motor yang kian ringan yang membuat kalangan bawah berimigrasi ke golongan tengah dengan cara yang cepat.
         Saya setuju dan sependapat dengan penyampaian pesan yang terkandung di dalam iklan tersebut, dimana apa bila seseorang ingin membawa kendaraan sendiri baik roda dua maupun roda empat maka orang tersebut harus memenuhi kriteria serta syarat yang telah tercantum dalam tata tertib berlalu lintas. Selain untuk mematuhi tata tertib lalu lintas hal itu juga dapat meminimalkan terjadinya angka kecelakaan khususnya yang sebabkan karena pengemudi di bawah umur.

Jumat, 29 September 2017

Tugas Softskill Komunikasi Bisnis

Bentuk Bentuk Komunikasi Bisnis

Dalam dunia bisnis, komunikasi bisnis memiliki dua bentuk yang lazim yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam berkomunikasi. Dua bentuk ini yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Berikut ini penjelasannya.
A. Komunikasi Verbal
Diambil dari kata dasarnya yaitu ‘verbal’, komunikasi verbal ini menggunakan satu kata atau lebih. Dalam dunia bisnis, bentuk komunikasi verbal ini digunakan baik secara tertulis maupun secara lisan dengan struktur dan terorganisasi dengan baik dalam menyampaikan pesan atau informasi kepada komunikan atau penerima pesan. Dalam dunia bisnis, umumnya bentuk komunikasi verbal ini digunakan ketika sedang rapat, seminar, atau yang lainnya yang berhubungan dengan operasional perusahaan. Namun, kekurangan dari komunikasi verbal jika tidak dikuasai dengan baik maka akan timbul berbagai hal yang di antaranya:
1.      Keterbatasan Kata
Biasanya beberapa hal seperti benda, orang, atau sesuatu hal lain yang belum bisa disampaikan dengan menggunakan kata atau bahasa verbal. Sehingga komunikasi verbal pun tidak berjalan dengan baik dan lancar.
2.      Kata Ambigu
Setiap individu memiliki pemikiran masing-masing. Hal inilah yang membuat bahasa verbal menjadi bahasa yang dapat menimbulkan ambiguitas. Seperti halnya berkata ‘Orang itu tampan’. Belum tentu orang lain menganggap bahwa orang itu tampan. Sehingga orang lain akan menganggap bahwa orang itu tampan sifat dan hatinya.
3.      Kata Bias
Umumnya, kata-kata yang bias ini menyangkut soal budaya dari daerah tertentu. Seperti halnya suatu bahasa dari Jawa akan berbeda maknanya jika diartikan dalam bahasa Sunda. Contoh, orang mengatakan kata ‘gedhang’. Dalam bahasa Jawa, kata tersebut berarti ‘pisang’, sedangkan bahasa Sunda mengartikan bahwa kata itu adalah ‘pepaya’.  
4.      Percampuran Fakta
Komunikasi verbal dalam komunikasi bisnis ini sering terjadi percampuran fakta dan makna. Sehingga akan timbul pesan atau informasi yang baru dan bisa saja tidak sesuai dengan informasi atau pesan yang sebenarnya.

Komunikasi non verbal ini merupakan bentuk komunikasi yang berlangsung menggunakan bahasa tanda, simbol, dan tubuh. Namun, simbol atau tanda-tanda tersebut dapat memberikan pelukisan atau deskripsi apa yang disampaikan. Namun, komunikasi non verbal ini hanya bisa dilakukan secara lisan. Kecuali pada sandi morse yang merupakan bahasa non verbal, melainkan menggunakan metode tertulis. (Baca juga: Etika Komunikasi Massa)
Perlu diperhatikan, bahwa kedua bentuk komunikasi tersebut memiliki hubungan yang erat dalam dunia bisnis, khususnya dalam komunikasi bisnis. Kedua bentuk tersebut akan saling menjalin dan melengkapi satu sama lain. Ketika bahasa verbal tidak bisa disampaikan, maka bahasa non verbal yang berperan, dan juga sebaliknya. (Baca juga: Sejarah Perkembangan Alat Komunikasi)

Jenis Komunikasi Bisnis
Di dalam ilmu komunikasi, komunikasi bisnis dibedakan menjadi beberapa bentuk berdasarkan penyampaian, perilaku, ruang lingkup, aliran komunikasi, peran individu, dan jumlah peran. Berikut ini penjelasannya.
A. Komunikasi Bisnis Menurut Penyampaiannya
Komunikasi sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari, walaupun tidak semua terampil dalam berkomunikasi. Berdasarkan penyampaiannya, komunikasi dibedakan menjadi 2 yaitu: (Baca juga: Sejarah Televisi Indonesia)
1.      Komunikasi Lisan
Komunikasi lisan merupakan metode komunikasi yang dilakukan secara langsung tanpa adanya batas dari jarak atau dilakukan secara bertatap muka. Komunikasi lisan ini pun dibedakan menjadi dua macam yaitu:
·         Komunikasi Verbal yang disampaikan menggunakan kata-kata atau dengan bahasa.
·         Komunikasi non verbal yang disampaikan menggunakan tanda-tanda, simbol, bahasa tubuh, wajah, nada bicara, hingga penekanan kalimat.
2.      Komunikasi Tertulis
Secara singkat, komunikasi tertulis ini dilakukan dengan metode tulisan. Umumnya, komunikasi tertulis ini contohnya seperti surat, naskah, blangko, dan lain sebagainya yang tujuannya adalah menyampaikan pesan atau informasi. Dalam komunikasi bisnis, komunikasi tertulis ini sering digunakan ketika mereka mengadakan perjanjian, mengirim surat permintaan barang, dan lain sebagainya
Dalam komunikasi tertulis ini alangkah baiknya dibaca terlebih dahulu sebelum disampaikan ke komunikan atau si penerima pesan. Karena komunikasi tertulis ini lebih mengandung resiko yang lebih besar dibandingkan dengan komunikasi lisan. Terkecuali jika komunikasi lisan ini terekam. Sehingga, komunikasi tertulis ini perlu dibuat dengan bahasa yang mudah dan aman.
B. Komunikasi Bisnis Menurut Perilaku
Berdasarkan perilaku, komunikasi ini terjadi secara otomatis, sehingga dapat dikatakan bahwa jenis komunikasi ini juga dipengaruhi oleh adanya situasi dan kondisi dari individu baik komunikator maupun komunikan. Selain itu, komunikasi bisnis menurut perilaku ini juga dipengaruhi oleh situasi lingkungan dan atmosfer sekitar. (Baca juga: Pengertian Media Menurut Para Ahli)
Komunikasi bisnis menurut perilaku dibedakan menjadi beberapa jenis yang di antaranya:
1.      Komunikasi Formal
Komunikasi formal ini merupakan jenis komunikasi yang tertata benar sesuai dengan kaidah suatu kebijakan ataupun EYD. Umumnya, komunikasi formal ini sebagian besar bersifat kolerasional keluar atau ke dalam dari vitalitas potensi-potensinya. Nah, korelasi tersebutlah yang membedakan makna dan sifat dari subyek ataupun obyek komunikasi. Pada komunikasi bisnis, komunikasi formal ini terjadi ketika berada di situasi rapat perusahaan, konferensi, seminar, atau hal-hal lain yang bersifat resmi dan formal.
2.      Komunikasi Informal
Komunikasi informal ini merupakan komunikasi yang sifatnya desas-desus atau belum pasti sumber komunikasinya. Nah, desas-desus inilah yang sering mengalami tumpang tindih dengan beberapa hal yang lain. Dengan kata lain, komunikasi informal ini akan dapat memberikan sumbangsih beberapa informasi yang belum tahu kebenarannya. Sederhananya, komunikasi informal ini merupakan intermezzo dari suatu komunikasi yang formal untuk meringankan pembicaraan, ketika pembicaraan mulai tegang dan memuncak.
Namun, walaupun komunikasi informal ini dinilai bersifat desas-desus, komunikasi informal ini memiliki peranan penting dalam suatu perusahaan atau dalam komunikasi bisnis, yang di antaranya:
Komunikasi Non-Informal
Komunikasi non-informal ini biasanya digunakan saat waktu renggang atau santai. Umumnya, komunikasi jenis ini digunakan oleh individu yang kedudukan jabatannya sama. Seperti halnya karyawan dengan karyawan.
C. Komunikasi Bisnis Menurut Ruang Lingkup
Berdasarkan ruang lingkup, komunikasi bisnis ini dibedakan menjadi beberapa jenis di antaranya: (Baca juga: Strategi Komunikasi Pemasaran)


1.      Komunikasi Internal
Komunikasi internal ini merupakan jenis komunikasi yang terjadi di dalam suatu lingkungan perusahaan atau organisasi bisnis. Dalam komunikasi internal ini dibedakan menjadi 3 macam yang di antaranya:
·         Komunikasi Horizontal yang merupakan komunikasi yang terjadi antar anggota staff. Umumnya, komunikasi jenis ini berlangsung secara tidak formal.
·         Komunikasi Vertikal yang merupakan komunikasi yang terjadi antara pimpinan dengan staff. Contoh komunikasi ini seperti teguran, pujian, atau sebagainya.
·         Komunikasi Diagonal yang merupakan komunikasi yang terjadi antara pimpinan dengan orang yang tidak berkedudukan yang sama. (Baca juga: Prospek Kerja Ilmu Komunikasi)
2.      Komunikasi Eksternal
Komunikasi ektsernal ini terjadi antara anggota perusahaan dengan individu luar perusahaan. Umumnya, komunikasi ini terjadi pada pimpinan perusahaan kepada audiensi di luar kepimimpinannya. Komunikasi eksternal ini dapat berbentuk:
·         Eksposisi, pameran, promosi, dan publikasi.
·         Konferensi pers.
·         Siaran radio, televisi.
·         Bakti sosial atau pengabdian.
·         Simulasi atau penyuluhan.
D. Komunikasi Bisnis Menurut Aliran Informasi
Informasi atau pesan merupakan unsur penting dalam proses komunikasi bisnis. Informasi atau pesan dalam komunikasi bisnis inilah yang menentukan macam-macam komunikasi. Dalam komunikasi bisnis menurut aliran informasi ini dibedakan menjadi beberapa jenis di antaranya:
·         Teori Jarum Hipodermik
·         Teori Komunikasi Persuasif
·         Teori Interaksi Simbolik
1.      Komunikasi Satu Arah
Komunikasi satu arah atau simplex merupakan jenis komunikasi yang terjadi dalam satu pihak saja. Umumnya, komunikasi ini terjadi ketika berada di situasi atau kondisi darurat. Sehingga jenis komunikasi ini bersifat mendadak.
2.      Komunikasi Dua Arah
Komunikasi dua arah ini merupakan jenis komunikasi yang menimbulkan timbale balik atau feedback, yang mana komunikasi ini akan saling menguntungkan dari kedua belah pihak, baik komunikator maupun komunikannya. (Baca juga: Macam-Macam Komposisi Fotografi)
3.      Komunikasi Ke Atas
Komunikasi ke atas ini merupakan jenis komunikasi yang terjadi adanya komunikasi antara pegawai ke pemimpin perusahaan atau ke individu yang jabatannya lebih tinggi.
4.      Komunikasi Ke Bawah
Komunikasi ke bawah ini kebalikan dari komunikasi ke atas, yaitu komunikasi yang terjadi pada pemimpin perusahaan ke pegawainya. (Baca juga: Teori Semiotika Charles Sander Peirce)
5.      Komunikasi Ke Samping
Sama halnya dengan komunikasi dua arah, namun pada komunikasi ke samping ini terjadi pada dua individu yang memiliki kedudukan atau jabatan yang sama.
Itulah jenis-jenis komunikasi bisnis yang perlu kita pahami. Namun dari sekian banyak jenis komunikasi bisnis di atas, mereka masih memiliki dua bentuk komunikasi yang sama dalam komunikasi bisnis, yaitu komunikasi bisnis verbal dan non verbal. (Baca juga: Teori Semiotika Roland Barthers)

Demikian penjelasan singkat terkait apa saja bentuk komunikasi bisnis yang ada di dalam ruang lingkup komunikasi